Posts

dolen nag manarul...

Image
iki dino kemes.   --gak takok cuk!-- aku saiki apene dolen nag manarul ambi ambon. timbangane ngurusi acara rapet OSIS seng anggotae emoh diundang yo enak dolen ae nak Paciran... hahaha isuk isuk jam 7 luweh titi aku telpunan mbi Hibah. dadaknan aku dijak bareng nag pangkah. hibah menjadi gadis pertama yang aku bonceng --setelah adekku-- --jiancuk! gak takok cuk!-- tekan Pangkah, langsong aku ketemu Edwin. langsong budal, tekan Paciran mumet mumet pondok disek, kagum sesaat. nginget masa nakal dulu. --koen saiki tambah nakal cuk!-- terus marani Pak Sahudi, dulinan mbi Qolun sampek sak jam luweh... terus marani Edi "bego", omong2an mung 15 menit, eh, wes dhuhur... sholat sek... Pak Catur teko! guyonan! haha hihi huhu! amper amperan...!! pak catur onok urusan neh, dadi yo gak iso sue sue aku... Edwin karo pak cator metu. aku ditinggal nak kamar dewekkan ambi bocah i=ustad jenenge Azam. suarane apik. apalane cepet. digemari banyak cewek. ceritane yo cewek tok. Ak...

kecanduan game online lagi

Image
ini ceritanya setelah sekian lama nggak kecanduan game online, sekarang akhirnya saya kecanduan lagi. kali ini game berbasis main kartu seperti gendukkan di desa sidokumpul komplek, namun ditambahi poker luar negeri.jadinya ya lebih menarik. fandi yang kawitan nemu game ini.namanya capsa boyaa.

Saatnya Yeye melepas keperjakaannya

Image
Ini saya ceritanya bakal budal ke Rembang lagi, sekarang bersama Fandhi, jadi bisa agak ugal-ugalan. Behahahahahaha!                 Yeye nikah besok, makhluk penggemar malam minggu yang pernah saya tulis di blog ini akan menikmati bongkahan daging istrinya (Nb: Bukan dimakan). sudah nggak ada malam minggu lagi dalam kamus hidupnya setelah ini. Yang ada adalah "malam memberi jatah".                 Pelajaran terpaksa harus saya tinggalkan demi acara ini, ratusan tugas harus saya selesaikan lebih awal. diantaranya PR IPS, PR MTK, ngasih uang ke Idha dan laen laen.                 

Belajar Al-Quran

Image
Kira-kira sekitar dua minggu yang lalu, ada santri baru di sini, di pondok Roudlotul Hikmah ini. katanya dari Surabaya, diantar dengan mobil, menandakan dia anak yang cukup mampu. setelah maghrib aku bertemu dengannya, raut mukannya sama seperti Nasir (bodrek), meskipun ternyata keduanya tidak memiliki hubungan darah apapun. Dia "BELUM" bisa mengaji dengan baik, awalnya ku kira, cara mengajinya seperti Fandhi, namun ternyata tidak, dia lebih kurang mampu untuk membaca ayat-ayat Al-Qur'an. Dia ingin merubah hidupnya dari jurang kegelapan untuk bangkit menjulang menatap cahaya Ilahi. seluruh tato memang sudah melekat di badannya, namun bukan tidak mungkin keimanan akan melekat di hatinya. Allah memiliki kehendaknya sendiri, semua sudah diatur oleh tangan-Nya. Dia begitu giat belajar mengaji, sangat rutin sekali dalam mengulang-ulang kalimat-kalimat suci Al-Quran. Sampai di dua minggu saat saya tulis ini, dia sudah mulai lancar. kelonjakannya signifikan. Mungkin ini sala...

Tugas IPS: identifikasi unsur budaya suku Amungme di Timika, Papua

Image
A.       Peralatan Untuk Hidup Karena kebiasaan mereka berburu, Banyak senjata yang digunakan oleh masyarakat Amungme dalam bertahan hidup, seperti halnya pisau belati yang merupakan senjata tradisional. Selain itu mereka juga sering menggunakan tombak serta panah untuk berburu. B.       Ilmu Pengetahuan Ilmu yang mereka miliki kebanyakan diturunkan dari pewaris dan nenek moyang merekatermasuk berburu dan bertani. Namun kian lama, mereka juga mempelajari ilmu asing diluar suku mereka, terbukti dengan mapannya sebagian dari mereka yang hidup di kota. C.       Bahasa Suku Amungme memiliki dua bahasa, yaitu Amung-kal yang dituturkan oleh penduduk yang hidup disebelah selatan dan Damal-kal untuk suku yang menetap di utara. Suku Amungme juga memiliki bahasa simbol yakni Aro-a-kal. Bahasa ini adalah bahasa simbol yang paling sulit dimengerti dan dikomunikasikan, serta Tebo-a-kal, bahasa simbo...

that monday...

itu hari senin. dimulai dengan bangun pagi, ya, pagi sekali. aku dan Fandhi sudah merencanakan semuanya, ini akan menjadi hari pertama liburan yang melelahkan! kami mandi, bertemu dengan Joko dan Yusuf yang juga mau mandi karena harus siap-siap berangkat UNAS hari pertama. setelah itu bercakap sejenak dengan pak Rohman, pak Furqon serta Fudin, sekitar setengah jam kemudian datang Husein--the best pren-- dengan motor supranya, tanpa pikir panjang, aku dan Fandhi langsung nunut dia ke kacak, ke rumah Ika, tujuan pertama! Disana hanya mengecas Hand-Phone sambil menunggu kepastian dari Cak Din yang sepeda motornya akan kami pinjam, setelah satu jam, kami berangkat! gandolan pertama kami adalah sebuah pick-up namun hanya berhenti sampai tanjangawan, setelah itu kami dapat sepeda motor menuju ke pertigaan ujungpangkah. kami melakukan perjalanan pertama dengan udara pagi yang segar nan sejuk, tentu saja dibarengi dengan udara kebebasan. di pertigaan cukup sulit mencari gandolan, hampir ...

Pengorbanan Seorang Istri

Image
Saya menyaksikan ini saat Jumatan. Seusai sholat, para jemaah dihalang hujan deras yang menyulitkan mereka untuk kembali ke rumah masing-masing. Sebagian besar jamaah menunggu hujan agak reda di emperan masjid, termasuk aku dan Mas Wiwid, namun tak jarang juga ada yang nekat menerjang hujan untuk pulang, mungkin mereka tergesa-gesa karena lapar, karena ingin menonton tom and jerry, atau tergesa-gesa karena lupa mengangkat jemuran celana dalam kesayangan mereka. Yah, semua orang punya kesibukkannya tersendiri, dan saya tidak boleh terlalu iku campur dengan itu. Ditengah kesibukkan itu, ada seorang ibu-ibu berdiri di halaman masjid dibawah derasnya hujan dan angin yang membawa dua buah payungdara, eh, maksud saya PAYUNG! Iya, PAYUNG! , satu dipakainya, yang satunya lagi digenggam erat ditangannya, cara menggenggam payung itu kurasa menunjukkan bagaimana cara dia menggennggam “anu” suaminya *udah deh!* Awalnya saya kira dia seorang tukang ojek payung yang menjajakan jasanya, s...